Tradisi Selikuran Warga Giripanggung di Bulan Ramadhan

Arum Septina Sari 21 Maret 2025 11:36:16 WIB

Giripanggung – Masyarakat Kalurahan Giripanggung kembali menggelar Genduri 21 atau yang lebih dikenal dengan Selikuran sebagai bagian dari tradisi tahunan di bulan Ramadhan. Tahun ini, acara tersebut dilaksanakan serentak pada Kamis, 20 Maret 2025, bertepatan dengan malam ke-21 puasa Ramadhan. Warga dari 14 padukuhan berkumpul di masing-masing balai padukuhan untuk mengikuti rangkaian acara yang dipimpin oleh Kaum padukuhan. Acara diawali dengan doa bersama dan diakhiri dengan buka puasa bersama menggunakan makanan yang dibawa dari rumah masing-masing.

Genduri Selikuran merupakan tradisi turun-temurun yang identik dengan kebersamaan dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Biasanya, acara ini diikuti oleh para bapak-bapak, yang membawa makanan utuk disantap bersama. Setelah doa bersama yang dipimpin oleh Pak Kaum, warga duduk melingkar menikmati hidangan sambil berbincang santai, mempererat tali persaudaraan di antara sesama.

Malam ke-21 Ramadhan memiliki makna khusus bagi umat Islam karena menandai dimulainya sepuluh malam terakhir, yang diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar. Oleh karena itu, Genduri Selikuran bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen spiritual untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Tradisi ini mencerminkan keseimbangan antara kehidupan sosial dan keagamaan dalam masyarakat.

Dengan terselenggaranya Genduri Selikuran setiap tahun, masyarakat Giripanggung berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial tetap terjaga. Selain itu, tradisi ini menjadi warisan budaya yang harus dijaga agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas dan kearifan lokal.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar